Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Kampung Inggris di MTs Ma’had AL-Zaytun

Gambar
Kegiatan ekstrakurikuler santri MTs Ma’had Al-Zaytun diantaranya adalah English Club yang menjadi wadah bagi para peserta didik dalam menyalurkan minat dan bakat serta pengetahuan di bidang Bahasa Inggris. Agar peserta didik lebih memiliki arah dan tujuan untuk menciptakan atmosfer berbahasa Inggris di lingkungan MTs.  Pembina ekstrakurikuler English Club di MTs Ma’had AL-Zaytun ustz. Anna Yunia, S.Pd. beliau adalah alumni Al-Zaytun angkatan 8 dan lulusan Unnes (Universitas Negeri Semarang) Pendidikan Bahasa Inggris yang mengabdi di MTs Ma’had Al-Zaytun sejak tahun 2018. Ustz. Anna Yunia mengatakan, bahwa tujuan utama didirikannya ekstrakulikuler English Club agar peserta didik memiliki kemampuan individu dalam bahasa Inggris. Untuk tahap awal ini, peserta didik terlebih dahulu sudah memiliki minat dalam belajar bahasa Inggris, dengan cara latihan rutin di ruang bahasa Inggris, diharapkan terbentuk language with atmosfer di kalangan santri MTs Ma’had Al-Zaytun. Ustz. Anna Yuni

PESANTREN MEMBUAT KAPAL LAUT

Gambar
Santri kelas IX MTs Ma’had Al-Zaytun yang berjumlah 710 orang, pada semester gasal TP. 2022/2023 ini diprogramkan untuk melihat secara langsung tempat pembuatan kapal tradisioanl milik Ma’had Al-Zaytun dan lokasi bakal pelabuhan yang diberi nama Pelabuhan Samudra Biru, yang bertempat di Eretan Indramyu. Santri yang berkunjung ini dilakukan secara bertahap, mulai tanggal 19 Juli-2 Agustus 2022. Setiap kali kunjungan sejumlah 88 santri didampingi 6 guru. Lokasi tempat Pelabuhan Samudra Biru dan Pembuatan Kapal Tradisonal, ini sangat strategis, karena berada di pesisir pantai laut Jawa dan jalan Raya Pantura. Tujuan kunjungan ini, adalah memperkenalkan kepada santri, bahwa Ma’had Al-Zaytun selain mengelola lembaga pendidikan juga mengelola perekomian baik dibidang green ekonomi maupun blue ekonomi. Selain itu juga agar santri mencintai maritim atau laut, karena sumber alam yang terbesar itu berasal dari laut. Banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan di laut bukan hanya ikan namu

EKSTRAKURIKULER MTs. MA'HAD AL-ZAYTUN

Gambar
  Indramayu (MTs Ma’had Al-Zaytun). Berdasarkan Permendikbud No 62 Tahun 2014 memuat sejumlah aturan terkait kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan minat, bakat dan kreativitas serta kemampuan komunikasi peserta didik. Dalam kurikulum MTs Ma’had Al-Zaytun, program kegiatan  ekstrakurikuler  sebagai kegiatan tambahan yang dilakukan di luar jam pelajaran dengan tujuan untuk mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan dan wawasan serta membantu membentuk karakter peserta didik sesuai dengan minat dan bakat masing-masing peserta didik. Oleh itu, MTs Ma’had Al-Zaytun melaksanakan ekstrakulikuler terdiri dari kegiatan : 1. Pramuka 2. Seni musik 3. Hadroh 4. MTQ 5. Angklung 6. Olahraga 7. Cerdas cermat 8. Kompetensi sain 9. Fotografi 10. English Club Hal ini menjadi pilihan siswa untuk meningkatkan serta menumbuh kembangkan bakat minat dan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan

BUKU PAKET UNTUK SISWA

Gambar
  Indramayu (MTs Ma’had Al-Zaytun). Dalam rangka menunjang kegiatan belajar mengajar pada Tahun Pembelajaran 2022/2023 ini, siswa MTs Mahad Al-zaytun diharuskan memiliki buku pelajaran agar pembelajaran di kelas lebih terarah, dan  siswa  pun menjadi lebih siap dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dengan adanya  buku pelajaran  juga diharapkan dapat menumbuhkan minat baca  siswa  sejak dini. Buku paket untuk siswa MTs Ma’had Al-Zaytun yang di dikirm langsung dari P.T. Penerbit Buku Erlangga Mahameru Cabang Bandung berjumlah sekitar 21637 buku yang diperuntukkan bagi siswa MTs sejumlah 1967 orang.     Ust Sigit Sugianto selaku Kepala Bagian Sarana Prasarana, mengemukakan.  “Pendistribusian buku pelajaran dari PT. Erlangga untuk MTs yang berlangsung lancar dibantu oleh tim MPK dari kelas 8 dan 9 berjumlah 61 orang dan dari tim erlangga 6 orang. Pembagian buku pelajaran untuk siswa  sudah dimulakan hari ini (15/7) yang dikordinir oleh bagian sapras dan dari kesiswaan Ust. Gustira.

JANGAN SAMPAI MENUA TANPA KETERAMPILAN (Pembukaan Latihan Pramuka)

Gambar
  MTs Ma’had Al-Zaytun. Kegiatan Pembukaan Latihan Pramuka di MTs Ma’had Al-Zaytun pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 diawali dengan upacara pembukaan dan penampilan semafor dari tim juara porseni. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (09/7) pukul 07.00 s.d. 09.00 di lapangan Wiratama 3 MA’had Al-Zaytun. Pembukaan Latihan kepramukaan ini diikuti santri kelas VII-IX yang berjumlah 1967 santri. Kepala MTs Ma’had Al-Zaytun, Rizal Eka Sumadiyo, M.Pd. didampingi waka 1 Alwi, S.Ag., M.Pd. serta waka 2 Eri Setiawan, S.A.B. serta dihadiri seluruh guru MTs Ma’had Al-Zaytun. Kepala Madrasah mengatakan, tujuan latihan kepramukaan ini adalah untuk membentuk kedisiplinan, bahwa disiplin itu lahir dari diri kita sendiri, karena disiplin itu memahami dan melakasanakan fungsi dan tugasnya masing-masing. Selanjutnya Kepala Madrasah berpesan kepada seluruh santri, bekali diri dengan keterampilan, jangan sampai tamat dari Ma’had ini tidak memiliki keterampilan yang mumpuni, diistilahkan jan

Sholatku Bersama Teman-Teman di Asrama

Gambar
  Santri MTs di Pesantren Ma’had Al-Zaytun Kabupaten Indramayu menjadikan sholat berjamaah sebagai rutinitas, mulai shalat subuh sampai shalat isya’ dilaksanakan secara berjamaah. Tempat shalat dilakukan di selasar tengah asrama, di setiap lantai asrama sesuai tempat tinggal santri. Santri putri di asrama al-musthofa dan santri putra di asrama al-madani. Dalam shalat berjamaah ini yang menjadi imam yakni salah satu dari mereka, sedangkan yang lainnya menjadi makmum. Ini sebagai bentuk pembelajaran dan pedidikan bagi santri agar mereka terbiasa menjadi imam shalat. Kegiatan pelaksaan shalat berjamaah ini mutlak dan harus diikuti semua santri terkecuali ada udzur. Hal ini dilakukan dengan tujuan membiasakan santri agar mereka bisa menjadi generasi yang beriman dan memiliki akhlakul karimah sesuai misi Ma’had Al-Zaytun yakni mempersiapkan peserta didik untuk beraqidah yang kokoh kuat terhadap Allah dan Syariat-Nya, menyatu dalam tauhid, berakhlakul al-karimah,… Disamping itu pula, keh

Qiraah Bukan Teori Pengenalan Istilah Tajwid

Gambar
Kabag Kurikulum Moch. Zyn Fuadi, S.Ag berharap. “Kegiatan membaca Al Qur’an yang dilaksanakan pada jam pertama selama 35 menit dibimbing oleh guru yang mengajar. Tujuan pencapaian kegiatan qiroah diharapkan tidak didapati lagi santri yang tidak bisa membaca Al-Qur’an, jadi secara bertahap ada pembinaan dari masing-masing ketua kelompok itu dalam bentuk tahsin, yaitu nanti membaca Al-Quran sesuai dengan tajwid".  "Penekanannya bukan kepada teori pengenalan istilah-istlah tajwid tetapi mereka langsung bisa mempraktikkan membaca sesuai dengan hukum yang ada di dalam tajwid, insya Allah dalam waktu satu bulan, kita sudah bisa menginventarisir santri yang kita kelompokkan dalam kelompok sesuai grade-nya, santri yang kurang bisa membaca akan kita bina dan ditargetkan dalam waktu dua tiga bulan mereka sudah bisa membaca baik dan benar dengan sistim qiraah dan dengan sistim baca iqra”, ujar Zyn. ( Aw )

Qiraah Al-Qur'an Masuk Kurikulum Merdeka?

Gambar
MTs Ma'had Al-Zaytun pada TP. 2022/2023 ini membiasakan santri untuk membaca Al–Qur’an selama 35 menit pada jam pelajaran pertama. Kegiatan ini wujud dari kurikulum merdeka, dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, untuk menguatkan kompetensi santri pada bidang penguasaan al-Quran secara mendalam. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melatih santri agar terbiasa dan pandai dalam membaca Al Qur”an. oleh itu seluruh santri kls 7, 8, dan 9 membaca Al-Qur'an diawali dari juz 1 dan seterusnya sampai berakhir jam Qiro'ah (35 menit) dan hari berikutnya melanjutkan bacaan mereka masing-masing hingga khatam, maka santri wajib mengingat pencapaian bacaannya dengan mencatat di buku khusus begitu juga dengan guru. Dalam kegiatan tersebut, guru mendata santri yang bacaan Al-Qur'annya sudah bagus dan benar untuk dijadikan ketua kelompok, setiap kelas dibagi menjadi 5 kelompok, ketua kelompok menyimak bacaan temannya satu persatu, saat ketua kelompok menyimak bacaan temannya, yang