Kamis, 26 Mei 2016

Rihlah Ilmiah Kelas IX MTs Ma’had Al-Zaytun

Kamis (19/5), Santri Kelas IX MTs Ma’had Al-Zaytun mengikuti kegiatan Rihlah Ilmiah (study tour) ke Museum Etnobotani Indonesia, Museum Kepresidenan Istana Bogor, dan Museum Zoologi. Tiga tempat wisata tersebut berada di area Kebun Raya, Bogor.
Rombongan Rihlah Ilmiah terdiri dari 9 unit bus santri, 1 unit mobil Ambulance, dan  1 unit mobil Superviser (eksponen). Peserta Rihlah Ilmiah berjumlah 426 santri, 61 guru pembimbing, 19 awak bus, yaitu driver, teknisi, keamanan, dan wartawan.
Kegiatan diawali dengan upacara keberangkatan yang dilaksanakan pukul 01.00 Wib dini hari di entrance ( gate) Ma’had. Setelah upacara pembukaan dan persiapan lain, pukul 02.00 rombongan meninggalkan Ma’had.

Bimbingan Terpadu Menjelang Kelulusan Kelas IX

Al-Zaytun, Mini Zeteso, Sabtu (14/5), Bimbingan Terpadu Menjelang Kelulusan Kelas IX. Setelah melaksanakan Ujian Nasional, seluruh santri Kelas IX (Afternal) yang berjumlah 426 orang, mengikuti Bimbingan Terpadu yang dilaksanakan di Mini Zeteso. Bimbingan Terpadu ini dilaksanakan tiga hari berturut-turut mulai Sabtu, 14 s.d. 16 Mei 2016.



Bimbingan Terpadu Angkatan 15 ini dibagi menjadi empat sesi, pagi, dua, siang, satu    sesi, dan malam satu sesi. Materi Bimbingan Terpadu terdiri dari Aqidah, Tatanan Akhlak dalam Islam, Piagam Madinah, dan  Hak Asasi Manusia (HAM). Muhadlir (tutor) atau pemberi materi dari Eksponen Yayasan dan Dewan Guru, diantaranya, Ustadz Miftah, Ustadz Saifuddin, Ustadz Tupiatman, Ustadz Darmaji, Ustadz Mufakkir Al-Hayyi, Ustadz Dani Kadarisman, Ustadz Ahmad Khumaidi, Ustadz Ali Aminullah, Ustadz Arif Yosodipuro, dan Ustadz Saifullah Abu Bakar.

Ujian Nasional Kelas Akhir Tsanawiyah

Al-Zaytun, Senin (9/5), Pelaksanaan Ujian Nasional Kelas IX di Gedung Abu Bakar Ash-Shidiq. Ujian Nasional dimulai Senin s.d. Kamis (9 - 12/5) dengan materi ujian Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam.


Peserta ujian berjumlah 426 santri, panitia 54 orang, dan pengawas 44 orang. Sebagaimana pelaksanaan UN tahun-tahun sebelumnya, pengawas berasal dari sekolah-sekolah MTs di ruang lingkup KKM (Kelompok Kerja Madrasah) Anjatan.

Ruang ujian berjumlah 22 ruangan. Sebelas ruang di lantai tiga dan 11 ruang di lantai empat. Ruang Administrasi, distribusi soal, briefing pengawas, dan konsumsi berada di lantai tiga. Peserta yang tidak dalam kondisi sehat, melaksanakan ujian di Perkhidmatan Kesehatan.  (njb76)

Senin, 16 Mei 2016

Doa Bersama Menjelang Ujian Nasional MTs Ma’had Al-Zaytun 2016

Ma’had Al-Zaytun, Ahad (8/5)
Menyambut Ujian Nasional, Senin, 9 Mei 2016, doa bersama di Masjid Al Hayat untuk santri Kelas IX. Kegiatan ini dihadiri oleh segenap civitas akademika MTs, Dewan Guru, dan Organisasi Pelajar (OPMAZ). Mulai dari persiapan kepanitiaan, penataan gedung dan  uji latih soal-soal UN. Artinya secara fisik semuanya sudah dipersiapkan dengan baik.
Namun sebagai orang beriman, semua persiapan tersebut tidak lantas membuat kita melupakan komponen utama keberhasilan sebuah kegiatan yaitu ijin dan ridho Allah. Oleh itu maka pada hari Ahad, 8 Mei 2016 pukul 18.30 selesai sholat magrib seluruh santri melakukan doa bersama untuk kesuksessan siswa kelas IX melaksanakan ujian nasional.


Acara doa bersama ini dihadiri segenap siswa dari kelas VII, VIII, IX dan X serta pengurus OPMAZ. Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua Dewan Guru, Ust. Ali Aminullah dan para guru dari MTs. Mahad Al-Zaytun. Acara doa diawali dengan pembacaan Kalam Illahi, lalu sambutan dari Presiden OPMAZ, Manajer Pendidikan dan pengarahan dari Ketua Dewan Guru.



Rangkaian acara berakhir ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh Usth. Waway Nuryani. Seluruh santri khusu’ berdoa dan penuh harap kiranya Allah memberikan kesehatan dan kemudahan kepada siswa yang akan ujian esok hari.

Selamat berjuang semoga sukses. (res)



Bertanding Volley Ball untuk Kebugaran

Ma’had Al-Zaytun,  Palagan Agung, Jumat (22/4). Pertandingan Volly Ball antarguru MTs dengan MA Al-Zaytun berlangsung seru.
Pertandingan ini diharapkan menjadi media silaturahim yang baik antara kedua institusi sekaligus meningkatkan kebugaran fisik. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Palagan Agung pukul 16.00 s.d 17.00 WIB.
Pertandingan cukup ramai ditonton oleh para guru dan santri-santri yang bertindak sebagai supporter kedua pihak. 
Tidak tampak rasa lelah para pemain karena sesekali diiringi canda tawa jika ada pihak yang tidak mampu menahan gempuran dari pihak yang menyerang. Pertandingan berakhir imbang 2-2.


Bravo buat guru- guru, badan sehat, pikiran terang, mengajarpun jadi semangat. (res)

Uji Latih Uji Kompetensi Guru (UKG)

Ma’had Al-Zaytun, Kamis (11/2), Uji Latih (Try Out) Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk seluruh guru MTs Ma’had Al-Zaytun. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Ali bin Abi Thalib pukul 12.15 s.d 13.15 WIB, setelah kegiatan evaluasi pekanan guru-guru.




Uji Latih ini bertujuan mempersiapkan guru-guru MTs Ma’had Al-Zaytun untuk mengikuti UKG yang telah diprogramkan oleh pemerintah. Hal ini juga sekaligus sebagai bahan untuk pemetaan kompetensi guru MTs tahun pembelajaran 2015 - 2016. 





Program ini direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan di awal semester.




Peserta Uji Latih UKG berjumlah 105 guru. Guru yang mendapatkan kategori 5 besar adalah Sularmi, nilai 100, Lina Kartika, nilai 98,  Roro Happy, nilai 68, Hikmawati, nilai 64, dan Diah Kristiani, nilai 60. (res)



Kamis, 05 Mei 2016

MATSNA-MATSNA

Matsna-matsna, berarti berjalan “dua-dua” saat menuju dan kembali dari tempat-tempat kegiatan seperti ke masjid, sekolah. Setiap santri diharuskan berjalan tertib sesuai rute dan garis jalan yang ditetapkan. “Pendidikan itu proses pembiasaan sejak dini” jelas Khilda Azharaani, Menteri Kedisiplinan Ketertiban dan Hak Asasi Manusia (Disterham) Darma Bhakti (DB) XIII.

Program Matsna-Matsna ini di bawah koordinasi Menteri Disterham OPMAZ DB XIII yang merupakan program lanjutan dari OPMAZ DB XII.  Program ini sebenarnya sudah pernah ada sejak tahun 1999 dan sempat terhenti beberapa tahun. Departemen ini bertanggung jawab untuk menciptakan kehidupan yang tertib, teratur, dan nyaman di lingkungan santri. Segala bentuk pelanggaran diselesaikan sesuai dengan tata tertib yang berlaku. (Huminfo-Opmaz)

Kamis, 28 April 2016

BINAYAH TAHSIN AL-QUR'AN

LTTA (Lajnah Tilawah wa Tahfidz Al-Qur’an) memiliki empat program, satu diantaranya Binayah Tahsin Al-Qur’an. 

Program ini bertujuan untuk membantu santri-santri yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, lancar dan benar sekaligus megentaskan buta huruf  Al-Qur’an sesuai makhrojnya.




 Teknis pelaksanaan Binayah Tahsin Al-Qur’an sebagai berikut :

·     Peserta dikelompokan dalam kelompok-kelompok kecil.
·         Setiap kelompok maksimum lima orang.
·         Setiap kelompok dibimbing oleh seorang pembimbing dari kelas XI yang telah bersertifikasi.
·          Materi yang digunakan adalah kitab Qiro’ati dan Al-Mahir.
·         Pembelajaran dilaksanakan selama 90 kali pertemuan /tiga bulan.
·         Setiap pertemuan, 45 menit untuk empat orang peserta.
·         Program dilaksanakan pukul 18.15 s.d. 19.15.

·         Setelah program berjalan tiga bulan seluruh peserta dites. Peserta yang lulus diberikan sertifikat dan yang belum lulus dibimbing kembali.

 Setelah peserta mendapatkan sertifikat lulus, mereka dapat mengikuti program LTTA lainnya. (Huminfo-OPMAZ)

BINAYAH JUM'IYATUL HUFADZ

   Binayah Jum'iyatul Hufadh adalah bimbingan  menghafal   ayat-ayat  Al-Qur’an bagi peserta khusus yang memiliki kemampuan lebih dalam menghafal. Tujuan program ini untuk membimbing siswa agar dapat menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dalam waktu 2 setengah tahun dengan target hafalan “one month one juz”, bermakna satu bulan satu juz.  


Syarat menjadi peserta Jum'iyatul Hufadh adalah memiliki sertifikat kemampuan membaca Al-Quran dari LTTA (Lajnah Tilawatil wa Tahfidz Al-Qur’an), memiliki hafalan minimal 1 juz, lulus tes wawancara, menandatangani kesanggupan menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran dalam waktu dua setengah tahun, dan telah memohon restu dari orangtua agar segala sesuatu yang dikerjakan selalu dalam doanya.



  Binayah Jumiyatul Hufadh pun memberikan apresiasi kepada santri yang bisa mencapai target yang telah ditentukan atau lebih. 
Bentuk-bentuk apresiasi tersebut adalah: 
1. Tabungan Al-Qur’an  sebesar Rp 150.000.-  per satu juz dan piagam penghargaan  kepada peserta yang telah menyelesaikan hafalan setiap juz. 
2. Jas atau baju, diberikan kepada peserta  yang  telah menyelesaikan hafalan 6 juz. 3.  Sertifikat dan lencana,  diberikan kepada  peserta yang  telah menyelesaikan  hafalan 10, 20, dan 30 juz. (Huminfo-OPMAZ)

BINAYAH FAHMU AL-QUR'AN


Binayah Fahmu Al-Qur’an merupakan satu diantara empat program LTTA (Lajnah Tilawah wa Thafidz Al-Qur’an) untuk  memberikan bimbingan pendalaman ilmu Al-Quran, pemahaman dan wawasan keilmuan Al-Qur’an kepada para santri kelas X dan kelas khas (santri yang mendaftar menjadi peserta selain kelas X).


 Binayah Fahmu Al-Qur’an untuk kelas X dengan target agar mereka mampu menghafal, menerjemahkan, memaknai, memahami dan menyampaikan isi Juz 'Amma dengan baik. Sedangkan untuk kelas khas, target yang diinginkan yaitu peserta dapat memahami dan mengamalkan kandungan kitab Mukasyafah Qulub Imam Ghazali dalam kehidupan sehari-hari dan dapat pula menjelaskan kandungan kitab tersebut.










Pelaksanaan bimbingan ini di Asrama Al-Madani dan Asrama An-Nur. Kelas X setiap hari Rabu, pukul 18.15 s.d. 19.30 dan kelas khas, tiap hari Rabu dan Kamis, pukkul 15.30 s.d. 16.30. (Huminfo-OPMAZ)