Rabu, 25 November 2015

PESAN MUHARRAM DARI PARA TOKOH AGAMA DAN MASYARAKAT

Acara menyambut Muharram 1437 Hijriyah yang digelar Ma’had Al-Zaytun dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat, pesantren dan tokoh lintas agama yang hadir diberi kesempatan untuk memberikan sambutan.  Setidaknya ada 17 sambutan. Yaitu Wakil Masyarakat Jawa Timur dan Madura oleh K.H. Ahmad Zaini, MA, Wakil Masyarakat Jawa Barat oleh  K.H. Ahmad Mansyur (Pimp. Ponpes Buntet, Cirebon); Wakil Masyarakat Jakarta oleh K.H. Ibrahim Karim (Ketua MUI Jakarta dan Pimp. Ponpes Hubbul

Wathan); Wakil Masyarakat Banten oleh Drs. H. Jihaduddin, M.Pd (Ketua Pengurus Mathlaul Anwar Pusat, Menes, Banten); Wakil Masyarakat Luar Jawa: Abdul Qadir Hadi; Wakil Masyarakat Malaysia oleh Ahmad Ruzizan Maphilindo; Wakil Masyarakat Singapura oleh Aviansyah; Tokoh gereja oleh Pendeta R. Tendean.


Sambutan berikutnya dari tokoh Buddha disampaikan oleh Bhikkhu Uggaseno; Drs. Christian Robin Simanullang (Penulis dan Jurnalis); Drs. Nasrun Mahmud, M.Pd. (Wakil Rektor IAI Alazis); Dr.Ir. Bagus Priyo Purwanto, M.Agr. (Cendekiawan Pertanian); Tokoh Pasundan oleh K.H. Aah Fajar Munajat (Mustasyar Nahdhotul Ulama/ NU Kota Bogor Periode 2015 – 2020); Dicky Zaenal Arifin (Budayawan, peneliti  dan pakar bidang energy alternative); Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Indramayu (Dr. Yayat Hidayat, M.Ag) dan Bupati Indramayu, diwakili Drs. H. Supendi, M.Si, Wakil Bupati Indramayu
Acara digulung oleh Syaykh Al-Zaytun, AS. Panji Gumilang. Dalam taushiyahnya, di antaranya beliau mengkritisi pembangunan yang ada di Indramayu. Usai penggulungan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dipimpin oleh DR. K.H. Maktub Efendi kemudian dirangkai dengan pengumpulan shadaqah Muharram. Kush.

KETIKA TOKOH PESANTREN, MASYARAKAT DAN AGAMA DUDUK BERSAMA

Al-Zaytun, Rabu, 14/10, Puluhan ribu jamaah memadati Masjid Rahmatan Lil’alamin menyambut tahun baru Hijriyah 1437. Acara ini tidak saja dihadiri oleh ummat Islam tetapi juga tokoh agama lain, seperti Kristen, Katholik, dan Budha. Tema Muharram tahun ini adalah “Pengokohan Cita-cita Pahlawan Sesuai Dasar Negara ke Dalam Kehidupan Nyata.”

Sebelum puncak acara dimulai, Hadirin dihibur oleh pagelaran seni santriwan-santriwati. Mereka menampilkan berbagai seni, seperti seni beladiri tae won do, karate, band, tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Dari sekian pertunjukan, penampilan santri tingkat MI sangat memukau para hadirin.

Tepat pukul 09.30, acara dimulai dengan rangkaian; pembukaan, Indonesia Raya, Pembacaan kalam Ilahi, Sekapur Sirih dari Ketua Yayasan Pesantren Indonesia sekaligus prakata panitia, Sambutan-sambutan, Pesan-pesan dan doa mengawali tahun 1437 Hijriyah, dan terakhir penutup.

Rabu, 10 Juni 2015

WORKSHOP GURU-GURU MTS MAHAD AL-ZAYTUN

“Menuju Pembelajaran yang Terencana dan Bertanggungjawab”, demikian tema workshop kedua yang diselenggarakan MTs Ma’had Al-Zaytun.
Acara workshop  MTs dilaksanakan Jumat, 29 Mei 2015 sampai dengan Sabtu, 30 Mei 2015. Jam 13.30 acara dibuka oleh Kepala Sekolah  MTs  Ma’had Al-Zaytun, Ust. Juniarto Hendro Buwono, S.T. . Dalam sambutannya,  disampaikan bahwa mendidik perlu berorientasi pada hasil sesuai misi dan tujuan Ma’had Al-Zaytun. Ke depan,   workshop akan ditingkatkan lagi sehingga mengarah kepada pengelolaan berdasarkkan manajemen mutu pendidikan.
Selanjutnya acara workshop diserahkan kepada Ust.Hartono, S.Pd.,  selaku ketua pelaksana workshop. Dalam paparannya, program yang dibahas dalam workshop kali ini adalah:
  1. Sosialisasi pembagian guru-guru per mata pelajaran;
  2. pemilihan kepala mata pelajaran;
  3. penjelasan singkat tentang perangkat pembelajaran, dan;
  4. penyusunan perangkat pembelajaran.

Isi perangkat pembelajaran  tahun ajaran 2015/2016 terdiri dari :
  1. Kover
  2. Lembar pengesahan;
  3. Kalender tahunan;
  4. Program tahunan;
  5. Program semester;
  6. Silabus;
  7. Rencana pelaksanaan pembelajaran;
  8. Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM);
  9. Alokasi hari efektif.

Untuk membuat acara lebih bersemangat,  sebagaimana pada acara workshop pertama disemester lalu,  disela-sela acara disisipkan ice breaking yang dipandu Usth. Mariyam Nurfarida.    
Disampaikan pula dalam acara yang dihadiri 150  guru MTs , adalah pembakuan  istilah singkatan yang digunakan, yaitu: istilah Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS), Ulangan Akhir Semester (UAS), dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) .  Selain itu, penggunaan kata “Ganjil”  diubah menjadi “Gasal” . Tahun pembelajaran yang awalnya menggunakan tanda hubung “-“, diganti dengan tanda garis miring (/).

Agenda  program hari pertama berhasil menyelesaikan program poin pertama dan ketiga. Adapun poin kedua dan keempat dilanjutkan pada hari Sabtu, 30 Mei 2015 jam 13.00.(yrv)