Penulis: Dina Yasyfa Nurrizqoh-untuk Indonesia
Grand Final Turnamen Perbasi Cup Indramayu 2026 Season #1 yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026 menjadi momen berharga bagi tim basket MTs Al-Zaytun Putri. Pada kategori SMP Putri, MTs Al-Zaytun berhadapan dengan SMPN 2 Sindang A dalam memperebutkan Juara 1 Perbasi Cup Season 1 di tahun 2026 ini.
Sejak awal pertandingan, para atlet pelajar MTs Al-Zaytun putri berusaha tampil maksimal dan saling mendukung. Meski harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 13–28, semangat juang para pemain tetap terlihat hingga akhir turnamen. Hasil ini menempatkan MTs Al-Zaytun Putri sebagai runner-up atau peringkat kedua pada ajang Perbasi Cup Season #1.
Atas pencapaian tersebut, tim berhak menerima piala runner-up, sertifikat penghargaan, serta medali peringkat dua sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka. Capaian ini menjadi bukti Luar biasa bahwa para pelajar mampu bersaing hingga babak final dalam turnamen tingkat kabupaten. Pelatih tim MTs Putri, Coach Sigit Sugianto, bersama manajer tim Dina Yasyfa Nurrizqoh, S.Sos., menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua atlet yang telah mempercayakan dan mendukung putri-putrinya berkembang di bidang olahraga Cabang Bola Basket. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para wali santri yang terus memberikan dukungan kepada para Atlet dan official sejak masa latihan hingga pertandingan.
Atlet-atlet kebanggaan Al-Zaytun yang berjuang membawa tim MTs Al-Zaytun Putri hingga meraih posisi runner-up adalah Alisha Humairah, Anisa Dian Betari, Annisa Nayla Tsabita, Fathimah Qisthi Al-Munawaroh, Floriza Giada Susanto, Kalnada Rafifah Mumtaz, Megami Azalea Adzani, Melani Zita Shalom selaku kapten tim, Nathania Kyra Jemima, dan Salisa Daud. Mereka menunjukkan semangat juang, kekompakan, disiplin latihan, serta sikap sportif selama turnamen berlangsung, sehingga menjadi kebanggaan bagi sekolah dan inspirasi bagi pelajar lainnya.
Dari awal para atlet berusaha mengatur strategi dan memasukkan bola namun Setelah peluit akhir dibunyikan, suasana berubah haru. Para atlet terlihat saling mendekat, sebagian meneteskan air mata karena hasil pertandingan belum sesuai harapan untuk membawa pulang medali emas. Rasa kecewa muncul karena mereka merasa masih bisa memberikan penampilan yang lebih baik. Beberapa hal menjadi bahan evaluasi, seperti Shooting, Under ring bola yang belum masuk, operan yang kurang tepat hingga menguntungkan lawan serta penguasaan bola yang masih perlu diperkuat. Semua itu menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan. Dari pengalaman ini tumbuh tekad baru. Para atlet belajar bahwa setiap pertandingan adalah proses. Kekurangan hari ini menjadi bahan latihan untuk hari esok. Dengan latihan yang lebih rutin, peningkatan fisik, ketepatan teknik shoot dan passing, serta kekompakan tim yang terus dijaga, diharapkan pada Perbasi Cup season berikutnya tim Al-Zaytun dapat tampil lebih matang.
Final ini juga memberi banyak manfaat bagi pelajar. Mereka belajar menghadapi tekanan di turnamen besar, mengelola emosi, menerima hasil dengan sikap sportif, serta membangun mental tangguh. Rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kerja sama tim tumbuh melalui proses panjang selama turnamen. Perjalanan ini bukan akhir, melainkan langkah awa menuju prestasi yang lebih baik lagi. Dengan semangat berlatih lagi dan lagi, medali emas menjadi target berikutnya yang siap diperjuangkan di masa mendatang.
Komentar
Posting Komentar