Oleh: Tri Wahyuni P (Guru MTs Ma’had Al-Zaytun)
MTs Ma’had Al-Zaytun dalam persiapan Expo Pendidikan yang akan dilaksanakan pada Februari 2026, dari pelajar kelas 9 angkatan 25 berhasil menyelesaikan pembuatan sebuah buku antologi cerita pendek dan deskripsi. Buku yang berjudul “Merangkai Kalimat, Menumbuhkan Potensi” ini secara resmi telah tercetak pada 10 Januari 2026 oleh PT. Cahaya Bumi Menteri- Samudera Printing, Kebumen-Jawa Tengah.
Buku tersebut merupakan hasil karya kolaboratif pelajar dari berbagai kelas 9, yaitu 9A3, 9A06, 9A7, 9B02, 9B05, dan 9B07. Setiap tulisan dalam buku ini mencerminkan proses belajar yang jujur dan apa adanya. Cerita-cerita yang tersaji lahir dari pengalaman sederhana, imajinasi awal, serta sudut pandang pelajar yang masih terus berkembang. Buku ini sebagai karya nyata bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang proses, usaha, dan langkah awal dalam perjalanan literasi para pelajar.
Penyusunan buku ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar serta memberikan ruang apresiasi terhadap karya tulis mereka. Dengan dibukukannya cerita-cerita pelajar ini, diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi pelajar lain untuk terus berkarya dan berani mengekspresikan ide melalui tulisan.
Buku “Merangkai Kalimat, Menumbuhkan Potensi” menjadi buku pertama yang memuat karya tulis para pelajar tersebut. Sebagian besar penulis masih berada pada tahap pemula, belum sepenuhnya ahli atau berpengalaman dalam dunia kepenulisan. Namun demikian, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang untuk berkarya. Justru melalui buku ini, para pelajar menunjukkan keberanian untuk memulai, berani menulis, dan berani membagikan hasil pikirannya kepada orang lain.
Sampul Buku
Inspirasi utama dalam pembukuan karya ini berangkat dari pepatah Jawa yang pernah disampaikan oleh Syekh Al Zaytun Panji Gumilang, yaitu “seteng dadi genteng, awu dadi sewu”, yang bermakna bahwa hal kecil apabila dikelola dengan sungguh-sungguh dapat menjadi sesuatu yang besar dan bernilai. Pepatah tersebut menjadi landasan semangat bagi penyusun untuk menghimpun dan mengabadikan karya tulis pelajar dalam bentuk buku.
Melalui terbitnya buku “Merangkai Kalimat, Menumbuhkan Potensi”, para pelajar kelas IX angkatan 25 membuktikan bahwa menulis bukan sekadar tugas pembelajaran, melainkan sarana untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih baik. Teruslah menulis, karena dari tulisan lahir perubahan menuju masa depan yang lebih bermakna.
Sampul Buku
"Mendidik dan membangun semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah".
Komentar
Posting Komentar