Penulis: Asyraf Khairul Azam/ 20230074/ 9-A-03 (Pelajar MTs Ma’had Al-Zaytun).
MTs Ma’had Al-Zaytun, pelajarnya tidak ingin sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus teknologi saat ini. Lewat kehadiran Ruang Multimedia, sekolah ini berhasil menciptakan sebuah ekosistem digital di mana layar monitor yang berpijar dan bunyi klik kamera menjadi pemandangan sehari-hari. Di sinilah, di sela-sela diskusi hangat tentang teknik pengambilan gambar atau frame video, para pelajar berkumpul yang tekabung dalam OSIS atau MPK Multimedia ada 31 anggota dari kelas 9.
Anggota MPK kelas 9 yang hari ini mengendalikan multimedia MTs Ma’had Al-Zaytun terdiri dari ketua Alif Rizal Ramadhan kelas 9A09 dibantu wakil 1 Anindya Carrisa kelas 9B03, wakil 2 Zafran Nizam kelas 9A09, wakil 3 Zahra Nur Azizah kelas 9b03. Juga ada staff baik pelajar laki-laki maupun dari pelajar perempuan yakni M. Hafizh Danendra kelas 9A05, Habil Abdi Alaudien 9A03, Adam Maulana 9A8, Akhdan Khanif 9A02, Hafiz Yasin 9A02, Kahla Hutama 9A06, M. Satria Wiratama 9A04, Tedi Diantoro 9A04, Khodad Asidad 9A07, Nazam Al Farizi 9A01, Husein Muhammad 9A01, Arsil Ibnu 9A03, M.Fajar Sidiq 9A03, Alwi Qurais Sihab 9A03, Zaky Fathir Rabbani 9A08, kemudian dari pelajar Perempuan staf multimedia Adalah Rahma Daulati Gemilang 9B03, Fahira Mahdaniah 9B04, Quratu Ayun 9B04, Karimah Azzahra Putri 9B05, Vaneesa Aldira Madani 9B06, Diva Andini 9B06, Salsabila Latifah Aslam 9B07, Putri Aizy 9B07, Kamila Mutaqina Imama 9B07 dan Maulidha Sophia 9B09. Dari tim ini untuk 'memasak' ide-ide kreatif mereka menjadi karya nyata yang relevan dengan tuntutan zaman.
Bukan sekadar ruangan berisi komputer, tempat ini adalah wadah bagi mereka yang punya minat di bidang fotografi, desain grafis, hingga produksi konten. Ust. Abdul Rahman, sang penanggung jawab MPK Multimedia informasi dan publikasi ini, menyebutkan bahwa wadah ini memang didesain sebagai pusat pembinaan kreativitas sekaligus "bank" dokumentasi sekolah. Fasilitasnya pun sudah terbilang mumpuni, mulai dari kamera DSLR, camcorder profesional, hingga perangkat lighting dan mikrofon yang siap tempur.
Ust. Abdur Rahman sebagai Pembina MPK Multimedai menyebutkan kegiatan mereka ini diantaranya Foto Ijazah, latihan coding, latihan video editing, latihan fotografi, latihan pod cast, rekaman ngaji, Lomba story telling, bahasa, foto model seragam, foto squad tim olahraga, foto name tage, pembuatan video cover lagu.
Suara dari Para Pelajar Anindya Carrisa Ocviwijaya, Wakil 1 MPK Multimedia, berbagi cerita tentang bagaimana rekan-rekannya memanfaatkan ruangan ini. Menurutnya, aktivitas di sini sangat padat, mulai dari mengolah data Excel yang rumit, mengedit video kegiatan, sampai rekaman suara untuk publikasi sekolah.
Sinilah, langkah para pelajar bermula bergerak pelan namun pasti menuju masa depan yang jauh lebih cerah.
"Sebagai penutup, sebuah pantun kiranya dapat merangkum semangat kita:
Jalan pagi melihat mentari,
cahaya hangat menyapa tenang.
Ruang multimedia tempat berkreasi,
bersama berkarya, raih masa depan gemilang.
Namun, tingginya antusiasme ini bukan tanpa tantangan. "Anggota Tim Multimedia makin banyak, jadi jadwal penggunaan ruangan sering sekali harus bongkar pasang supaya semua kebagian tempat," ujar Anindya. Koordinasi memang jadi kunci supaya tidak ada agenda yang bentrok di tengah padatnya jadwal santri.
Harapan dan Langkah ke depan meski fasilitas saat ini sudah sangat menunjang, Anindya dan kawan-kawan masih punya impian untuk mengembangkan studio ini lebih jauh. Penambahan kamera, mikrofon khusus podcast, hingga dekorasi interior yang lebih estetik menjadi harapan mereka agar hasil karya anak-anak MTs Ma’had Al-Zaytun bisa bersaing dengan standar industri kreatif saat ini.
Keamanan dan kenyamanan juga menjadi perhatian utama. Dengan sistem piket harian dan aturan ketat untuk mengembalikan peralatan ke tempat semula, Ruang Multimedia tetap terjaga kerapiannya.
Pada akhirnya, semua ini bukan cuma soal deretan kamera mahal atau spek komputer yang paling baru. Ruangan ini sebenarnya punya nyawa, ia adalah saksi bisu bagaimana rasa penasaran anak muda berubah jadi karya nyata yang berani menjawab tantangan zaman. Ibarat lampu studio yang terus berpijar di atas meja kerja, ide-ide segar di sini tak akan pernah menemui jalan buntu.
"Mendidik dan membangun semata-mata untuk beribadah kepada Allah"
Keren 👍👍
BalasHapus