Saat ditanya mengenai komentarnya terhadap PORSENI yang dipanitiai oleh OPMAZ, Ustadzah Wiena menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba dan hiburan, melainkan sarana pembelajaran yang sangat bernilai bagi para pelajar.
Menurut beliau, pada tahap persiapan, para panitia telah belajar banyak hal seperti administrasi, koordinasi, komunikasi dengan berbagai pihak, hingga pengawasan dan pengontrolan kegiatan. Hal tersebut, kata beliau, menjadi wadah untuk mengasah soft skill yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan.
Dalam pelaksanaannya, PORSENI juga dinilai sebagai ajang pembentukan mental. Ustadzah Wiena menjelaskan bahwa peserta lomba maupun penampil seni dilatih untuk mengelola ketegangan, mengatasi demam panggung, mengendalikan emosi, serta membangun kerja sama tim dan kedisiplinan. Tidak hanya peserta, penonton pun mendapat pelajaran penting. Mereka belajar tentang etika, norma, dan bagaimana mengekspresikan kegembiraan tanpa melampaui batas yang berlaku.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa fase setelah kegiatan juga tidak kalah penting. Setelah acara selesai, seluruh sarana harus dikembalikan dalam keadaan bersih dan rapi, disertai evaluasi menyeluruh. Menurutnya, evaluasi merupakan akhir dari sebuah proses pembelajaran yang akan menjadi dasar perbaikan di masa mendatang. Beliau menegaskan."Meskipun rasa lelah dan kesal mungkin muncul selama proses, semua itu sebanding dengan ilmu dan pengalaman yang diperoleh". ujarnya.
Ketika diminta memberikan saran untuk PORSENI OPMAZ ke depan, Ustadzah Wiena menekankan pentingnya peningkatan dalam hal persiapan, koordinasi, dan komunikasi. Ia memahami bahwa kondisi panitia tidak mudah karena harus menghadapi asesmen akhir semester hanya dua hari sebelum kegiatan berlangsung. Rapat dan proses administrasi pun dilakukan di sela-sela ujian.
Meski demikian, beliau mengapresiasi usaha panitia yang tetap mampu melaksanakan kegiatan dengan baik.“Prinsipnya, kalau kita siap, maka segalanya akan menjadi mudah,” tutupnya dengan penuh motivasi.
Melalui PORSENI ini, OPMAZ tidak hanya menyelenggarakan perlombaan, tetapi juga menghadirkan ruang pembelajaran nyata yang membentuk karakter, mental, dan keterampilan pelajar sebagai bekal berharga untuk masa depan.
"Mendidik dan membangun semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah".



Al Zaytun teruslah mendidik anak bangsa menjadi manusia yang cerdas dan unggul
BalasHapus