MTs Ma’had Al-Zaytun, setelah kegiatan ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) dilanjutkan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pelajar kelas 7, 8, dan 9 sebagai wadah untuk menyalurkan bakat, minat, serta mempererat kebersamaan antar siswa.
Rangkaian acara Porseni diawali dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan di lapangan basket Ma’had Al-Zaytun. Upacara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza dengan penuh hikmat, dilanjutkan dengan pembacaan Sapta Janji Darma Bakti, doa bersama, serta sambutan dari Wakil Kepala Madrasah, Ustadz Alwi, S.Ag., M.Pd.
Kegiatan Porseni MTs Ma’had Al-Zaytun diawali dengan Olahraga Kebugaran Kaki (OKK) dengan menempuh jarak kurang lebih 2,5 kilometer yang diikuti oleh seluruh peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh serta membangun semangat kebersamaan. Setelah itu, porseni dilanjutkan dengan pertandingan bola basket dan bola voli yang dilaksanakan sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing, sehingga setiap peserta dapat berkompetisi secara adil dan tertib. Rangkaian kegiatan Porseni kemudian ditutup dengan makan snack bersama, yang menambah suasana kebersamaan dan kebahagiaan di antara para pelajar.
Kegiatan Porseni ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Untuk menggali lebih dalam tujuan kegiatan ini, tim penulis melakukan wawancara dengan beberapa pihak, di antaranya perwakilan kesiswaan Ustadz Dede Hamdan, perwakilan MPK Angkatan 27 MTs Ma’had Al-Zaytun, Green Chaverim Khalilurrahman, serta ketua kesiswaan Ustadz Gustira Mohamad.
Dalam wawancaranya, Ustadz Dede Hamdan menyampaikan bahwa karakter yang diharapkan tumbuh melalui kegiatan Porseni ini antara lain kerjasama tim, rasa percaya diri, serta kebahagiaan siswa. Menurut beliau, Porseni menjadi sarana penting untuk melatih siswa berinteraksi, berkolaborasi, dan mengekspresikan diri secara positif.
Green Chaverim Khalilurrahman, mengungkapkan dalam pelaksaaan porseni ini bahwa ia merasa senang mengikuti kegiatan Porseni. Menurutnya, Porseni menjadi waktu istirahat setelah ASAS, sehingga siswa dapat bermain, berolahraga, dan berkegiatan bersama. Kegiatan ini juga menumbuhkan sportivitas serta membantu siswa menyalurkan bakat yang dimiliki.
Sementara itu, Ustadz Gustira Mohamad dari bagian kesiswaan menjelaskan bahwa porseni diselenggarakan sebagai bentuk refleksi setelah ujian semester. Melalui kegiatan seni dan olahraga, pelajar diharapkan mampu mengeluarkan potensi diri, memiliki jiwa kompetitif yang sehat, serta menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan emosional.
Dengan adanya kegiatan Porseni MTs Ma’had Al-Zaytun, diharapkan para siswa tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kreatif, dan mampu bekerja sama dalam kebersamaan.
"Mendidik dan membangun semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah".

Komentar
Posting Komentar